Pernahkah Anda melihat anak Anda tiba-tiba berkeringat dingin, pucat, atau bahkan sakit perut saat jam pelajaran matematika? Itu bukan sekadar malas, melainkan tanda-tanda Math Anxiety atau kecemasan terhadap matematika.
Apa itu Math Anxiety?
Math anxiety adalah respons emosional negatif terhadap angka dan perhitungan matematika. Kondisi ini bisa menyebabkan "mental block", di mana otak seolah berhenti bekerja saat dihadapkan pada soal matematika, meskipun sebenarnya anak tersebut mampu mengerjakannya.
Berdasarkan riset, kecemasan ini seringkali bukan karena kurangnya kemampuan (lack of ability), melainkan karena tekanan dan metode belajar yang salah.
Strategi Mengatasinya di BIMCELB
Di BIMCELB, kami menerapkan pendekatan khusus untuk menangani siswa dengan gejala ini. Berikut adalah beberapa tips yang juga bisa Anda terapkan di rumah:
1. Ubah Mindset "Matematika itu Bakat"
Banyak yang percaya bahwa kemampuan matematika adalah bawaan lahir. Ini salah. Matematika adalah keterampilan yang bisa dilatih. Kami selalu menekankan Growth Mindset: "Belum bisa bukan berarti tidak bisa, tapi belum paham caranya."
2. Fokus pada Pemahaman, Bukan Kecepatan
Tekanan untuk menghitung cepat sering menjadi pemicu utama stres. Biarkan anak mengambil waktu sebanyak yang mereka butuhkan untuk memahami konsep dasarnya terlebih dahulu. Kecepatan akan datang dengan sendirinya seiring pudarnya keraguan.
3. Gunakan Alat Peraga Visual
Matematika bersifat abstrak. Membawa konsep matematika ke dunia nyata dengan benda konkret (seperti buah untuk pecahan, atau mainan untuk penjumlahan) sangat membantu menurunkan tingkat kecemasan.
"Kunci utama keberhasilan di matematika adalah kepercayaan diri. Tugas kita sebagai pendidik dan orang tua adalah membangun rasa percaya itu, satu soal demi satu soal."
Bergabung Bersama Kami
Jika putra-putri Anda mengalami kesulitan ini, jangan biarkan berlarut-larut. BIMCELB memiliki mentor-mentor berpengalaman yang sabar dan siap membimbing anak Anda kembali mencintai matematika.