"Belajar sana!" Kalimat ini seringkali tidak efektif. Anak membutuhkan lebih dari sekadar perintah; mereka butuh kehadiran dan dukungan emosional, terutama untuk pelajaran menantang seperti matematika.
Mengapa Anak Butuh Pendampingan?
Matematika seringkali membuat frustrasi. Ketika anak 'stuck' pada satu soal, rasa percaya diri mereka bisa runtuh seketika. Di sinilah peran orang tua sebagai support system sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat pantang menyerah.
Dos & Don'ts untuk Orang Tua
LAKUKAN (Do's)
- Puji usahanya, bukan kepintarannya ("Wah, kamu gigih sekali mencari solusinya").
- Ciptakan suasana tenang saat jam belajar.
- Validasi perasaannya ("Iya, soal ini memang susah, yuk kita coba pelan-pelan").
HINDARI (Don'ts)
- Membandingkan dengan saudara atau teman ("Kok si Andri bisa dapat 100?").
- Langsung memberikan jawaban saat anak bertanya.
- Marah saat anak melakukan kesalahan hitung.
Membangun Rutinitas Positif
Konsistensi adalah kunci. Tetapkan jadwal belajar yang teratur namun fleksibel. Sisipkan waktu istirahat (break) agar otak tidak kelelahan. Ingat, belajar 30 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada belajar 5 jam semalam sebelum ujian (SKS).