Parenting Tips

Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Matematika

25 Januari 2026
Tim Konseling BIMCELB

"Belajar sana!" Kalimat ini seringkali tidak efektif. Anak membutuhkan lebih dari sekadar perintah; mereka butuh kehadiran dan dukungan emosional, terutama untuk pelajaran menantang seperti matematika.

Mengapa Anak Butuh Pendampingan?

Matematika seringkali membuat frustrasi. Ketika anak 'stuck' pada satu soal, rasa percaya diri mereka bisa runtuh seketika. Di sinilah peran orang tua sebagai support system sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat pantang menyerah.

Dos & Don'ts untuk Orang Tua

LAKUKAN (Do's)

  • Puji usahanya, bukan kepintarannya ("Wah, kamu gigih sekali mencari solusinya").
  • Ciptakan suasana tenang saat jam belajar.
  • Validasi perasaannya ("Iya, soal ini memang susah, yuk kita coba pelan-pelan").

HINDARI (Don'ts)

  • Membandingkan dengan saudara atau teman ("Kok si Andri bisa dapat 100?").
  • Langsung memberikan jawaban saat anak bertanya.
  • Marah saat anak melakukan kesalahan hitung.

Membangun Rutinitas Positif

Konsistensi adalah kunci. Tetapkan jadwal belajar yang teratur namun fleksibel. Sisipkan waktu istirahat (break) agar otak tidak kelelahan. Ingat, belajar 30 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada belajar 5 jam semalam sebelum ujian (SKS).

Bagikan Tips Parenting Ini:

Kesulitan Mengajar Anak Sendiri?

Serahkan pada ahlinya. Mentor kami tidak hanya mengajar materi, tapi juga menjadi teman belajar yang menyenangkan bagi anak Anda.

Konsultasi Program