Soal cerita seringkali menjadi "musuh" bagi siswa. Bukan karena tidak bisa menghitung, tapi karena gagal menerjemahkan bahasa kalimat menjadi bahasa matematika.
1. Terburu-buru Membaca Soal
Banyak siswa hanya memindai angka-angka di soal dan langsung mengalikannya atau menjumlahkannya tanpa membaca konteks.
Solusi: Baca soal minimal 2 kali. Tandai kata kunci seperti "sisa", "masing-masing", "total", atau "selisih".
2. Salah Menentukan Variabel
Misal soal tentang umur Ayah dan Budi. Siswa sering tertukar mana yang x dan mana yang y, atau salah membuat persamaan (misal: "Umur Ayah 3 kali umur Budi" ditulis 3A = B padahal seharusnya A = 3B).
3. Lupa Satuan
Soal memuat jarak dalam km, tapi waktu dalam menit, dan diminta kecepatan dalam km/jam. Lupa konversi adalah kesalahan klasik yang fatal.
4. Tidak Mengecek Kembali Logika Jawaban
Setelah menghitung, siswa mendapat jawaban "Panjang taman = -5 meter". Secara matematis mungkin perhitungan benar, tapi secara logika tidak mungkin panjang minus.
Solusi: Selalu tanya pada diri sendiri, "Apakah jawaban ini masuk akal?"
5. Menyerah Sebelum Mencoba Sketsa
Untuk soal geometri atau perbandingan, otak kita bekerja lebih baik dengan gambar. Mencoba membayangkan semuanya di kepala sangat menguras energi dan rentan salah.
Checklist Sebelum Mengumpulkan Jawaban:
- ✅ Apakah saya sudah menjawab pertanyaan yang diminta? (Misal: ditanya keliling, dijawab luas).
- ✅ Apakah satuannya sudah benar?
- ✅ Apakah tulisannya terbaca jelas?